Wednesday, December 14, 2016

DOKTRIN SUAMI

Karena setiap hari ketemu dan berkomunikasi secara rutin, antara suami dan istri tentunya akan saling mempengaruhi satu sama lainnya, sama halnya yang terjadi kepada saya dan suami.  Hampir setiap malam setelah anak tertidur saya dan suami selalu “curhat ngaler ngidul” sampai rasa kantuk menghampiri satu sama lain. segala hal kami bicarakan bersama, baik dari hal yang sangat amat penting hingga ke hal yang remeh temeh, baik tentang isu yang sekarang lagi panas sampai apa saja yang saya lakukan hari ini bareng si lucu.  biasanya suami selalu mengawali dengan pertanyaan “hari ini ada kejadian apa aja cinta?” pertanyaan itu udah kaya simbol aja buat kami untuk memulai diskusi ala suami istri. Tiba-tiba waktu menjadi milik berdua halaaah..

Banyak hal yang saya pelajari dari curhat ngaler ngidul kami, saya ingat dulu pernah bercerita mengenai pengalaman saya yang berbelanja di pasar tradisional yang menurut saya berasa lebih mahuull daripada berbelanja di pasar modern yang berefek pada berkurangnya jumlah uang yang bisa saya tabung buat beli daster baru #eh. setelah bercerita suami saya berkata bahwa hal itu bukan masalah. Toh perbedaannya tidaklah banyak yang penting uang yang kita beri bisa merata ke orang-orang di pasar yang notabene memiliki modal yang lebih kecil daripada pemilik supermarket yang besar, suami juga selalu menyuruh untuk membeli sayuran di tempat yang berbeda di pasar tujuannya biar rezeki kita ngalir dan terbagi rata ke mereka semua, dan yang paling penting “jangan suka nawar!”  saya pun menjawab “duhh a keahlian nawar aku mau dikemanain?” (yang padahal saya paling gak jago nawar barang). Niatkan segala sesuatu itu untuk ibadah, jadi kehilangan yang kita alami semoga menjadi penghapus dosa kita, apalagi kalau bisa belanja sambil ibadah, belanjaan dapet pahala juga dapet, jadi walaupun uang yang keluar sedikit lebih besar tapi banyak keluarga yang jadi terbantu dengan kelebihan yang hanya sedikit itu. Oke, tiba-tiba hati yang tadinya merasa rugi gara-gara keluar uang lebih banyak jadi lebih plong hanya dengan kalimat yang lebih positif malah merasa dapet sesuatu yang lebih (yang saya percayai sebagai pahala)  Tapi meskipun begitu kami juga sering berbelanja di supermarket ko karena gak semua yang kami butuhkan ada di pasar tradisional xoxoxo..

Pernah juga suatu ketika kami sedang jalan-jalan (masih di kota bandung) karena hujan turun dan sudah malam sementara kita berangkat dengan menggunakan motor (maklum mobilnya belum sempet beli hihi) akhirnya suami memutuskan untuk memesan taxi. Saya pun mengajukan taxi online yang tarifnya sangat bersahabat bagi ibu-ibu hemat macam saya, tapi lagi-lagi sang suami “mendoktrin” saya. “kita pakai taxi biasa aja kalo bisa yang merknya jarang dinaikin orang,  kasian mereka jarang dapet penumpang, kalau taxi online dan taxi yang merk nya lebih terkenal kan penumpangnya udah banyak” . dengan alasan yang lagi-lagi lebih mahal dan takut tiba2 nyampe rumah dikasih tarif yang aduhai atau malah takut nanti diculik (maklum saya dan anak lucu banget soalnya) saya pun agak merayu suami untuk pakai taxi yang ada tulisan “GR” nya atau kalau enggak yang ada gambar burung birunya gitu xixixi.. dan dengan muka gantengnya yang sulit saya lupakan suamipun berkata “boleh kalau kita lagi gak ada uang, tapi kebetulan hari ini kita sedang ada rezeki jadi harus berbagi rezeki sama sesama, siapa tau dirumahnya lagi ada anaknya nunggu biaya buat sekolah kan? gimana setuju gak sama ide aku?” sambil alis matanya naik turun 
“waah kalau udah ngomong gitu. ok honey you win...”

Dan banyak doktrin-doktrin suami lainnya yang membuat saya makin hari makin... aah sudahlah (ini ngetiknya sambil pipinya merah merona). Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya, suami saya hanya manusia biasa yang juga punya kekurangan seperti suami lainnya. semoga suami saya juga bisa mendoktrin anak saya secara positif nantinya, ah Seismikaa can’t wait to see you grow up :*