Tuesday, November 7, 2017

GASTROCHISIS YANG MENIMPA ANAK PERTAMA KAMI, SEISMIKA AIZA

Beberapa hari yang lalu dikirimin artikel tentang bayi yang lahir gastrochisis sama suami dan ternyata setelah kita hubungi keluarganya, bayinya sudah meninggal. duuh ngilu rasanya semoga ayah ibunya kuat menerima kehilangan dan digantikan dengang jutaan kebahagiaan yang tak terhingga.
Tiba-tiba ada keinginan buat nulis tentang apa yang kami alami dulu. Sebenernya dari dulu suami sudah meminta saya buat nulis pengalaman kita biar orang lain yang juga mengalami bisa sedikitnya berkaca dari pengalaman kami dulu, dan lebih siap melakukan tindakan-tidakan terbaik untuk diputuskan. tapi tiap kali mulai nulis suka tiba-tiba nangis, keinget masa-masa sulit dulu dan kebayang badan mungil seismika dipasangin banyak alat-alat medis.
Kalau secara harfiah Gastroschisis merupakan penonjolan dari isi abdomen yang biasanya melibatkan usus dan lambung atau defek pada dinding abdomen disebelah kanan tali pusar. Singkatnya gastroschisis ditunjukkan dengan keluarnya usus dari dalam perut. Gastroschisis terjadi pada 1 dari 40000 kehamilan (ini kata dokternya). ya, usus terlihat keluar dari dalam perut seismika, kaget? Tentu saja apalagi saat cek up bulanan dulu dokter tidak mengatakan adanya hal yang aneh dalam kandungan saya sehingga kami belum sempat menyiapkan operasi apapun untuk seismika, apalagi saat itu seismika lahir di tengah malam sekitar pukul 23.30 di sebuah klinik melahirkan yang notabene tidak ada peralatan khusus untuk operasi.
Beruntung dokter yang membantu lahiran saya langsung cepat tanggap dan menghubungi semua rumah sakit besar di Bandung, meski hasilnya nihil karena semua rumah sakit mengatakan seluruh ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) disana sudah penuh dokter tetap mengirim seismika ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) karena beliau memiliki relasi dokter disana yang mungkin dapat membantu seismika mendapatkan ruangan pasca operasi (karena biasanya setelah operasi setiap bayi harus ditempatkan di ruangan NICU). Alhamdulillah kami mendapat ruangan meskipun sempat ditegur oleh pihak RSHS karena kenekatan kami yang membawa Seismika kesana padahal sudah diberitahukan sebelumnya bahwa ruang NICU nya sudah penuh.
Pada saat itu saya dan suami tidak memiliki asuransi jenis apapun sehingga untuk pembayaran mengandalkan tabungan dan pertolongan Alloh saja (Alhamdulillah banyak saudara dan temen-temen yang memberikan kami support dan bantuan baik dalam bentuk materil maupun immateril, terima kasih banyaak semua ) yang kami fikirkan saat itu adalah seismika secepatnya dilakuakan operasi dan sehat masalah biaya kami yakin Alloh akan mencukupkannya kelak yang terpenting adalah ikhtiar dan doa bukan?. Alhamdulillah operasinya pada pukul 04.00 – 05.00 WIB berjalan lancar dokter mengatakan tindakan yang dilakukan suami dan keluarga tergolong cepat sehingga seismika dapat langsung diopersi secepatnya (meskipun mendapat sedikit semprotan dari dokternya hehehe) karena bila telat beberapa jam saja seismika kemungkinan sulit untuk ditolong, dari 6 kasus gastrochisis yang pernah terjadi di RSHS 4 kasus diantaranya meninggal dikarenakan kurang cepat tindakan yang dilakukan terhadap si bayi dan belum kuat tubuh si bayi untuk menerima operasi yang cukup beresiko. Selain itu usus yang keluar dari perut seismika tergolong sedikit jadi dapat langsung dimasukkan kedalam perut, sementara kebanyakan kasus gastrochisis lain usus yang keluar relatif banyak sehingga mereka baru dapat dioperasi pada saat ukuran perutnya lebih besar agar cukup untuk menampung usus yang keluar dari perut dengan kata lain mereka membutuhkan treatment khusus pada ususnya yang berada di luar hingga usianya mencapai 2-3 tahun.
Setelah operasi Seismika ditempatkan di ruangan NPIU Paviliun Parahyangan sambil menunggu ruang NICU tersedia. Kenapa harus diruang NICU? Biasanya pasca operasi bayi masih harus dievaluasi. Tubuh bayi yang masih rentan kemudian diberikan operasi harus dijaga seintensif mungkin untuk memastikan tidak ada dampak negatif yang menimpa bayi setelah dilakukan tindakan operasi, selain itu bayi sering mengalami apnea atau bahasa umumnya “lupa nafas” selama beberapa detik disertai dengan frekuansi nadi bayi yang lebih lambat. Sehingga apabila lupa nafas ini terjadi harus dibantu dengan menggunakan ventilator untuk membantunya bernafas, akan tetapi alat ini tidak ada diruang manapun selain di NICU untuk bayi dan ICU untuk dewasa. Di ruang NICU ini bayi dijaga 24 jam oleh dokter anak (di ruang biasa hanya dijaga oleh perawat saja) sehingga apabila terjadi sesuatu pada bayi dokter langsung mengambil tindakan.
Saat itu dokter hanya bisa berharap seismika tidak lupa nafas hingga lebih dari 25 detik karena akan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Harapan dokter ternyata sedikit meleset setelah beberapa hari di ruang NPIU seismika mengalami “lupa nafas” selama 17 detik. Saya yang malam itu sedang dirumah karena tidak diperbolehkan menginap di rumah sakit (tidak ada ruangan khusus menunggu dan dilarang masuk ke ruang NPIU pada jam malam) kami langsung ke RSHS. Dokter mengatakan Seismika harus dipindahkan ke ruang NICU karena bila dia lupa nafas lagi dan melebihi 25 detik akan sulit untuk menyelamatkannya sementara saat itu retensi dan racun dalam perut seismika masih keluar terus menerus dari dalam lambungnya, seismika juga belum bisa menerima ASI atau cairan apapun kedalam tubuhnya dan berat badannya sedikit demi sedikit berkurang, dokter juga menanyakan kesanggupan kami untuk membayar ruang NICU dan mengakatan bahwa biaya diruangan NICU cukup tinggi (FYI: pada tahun 2015 di RSHS biayanya 4 juta/hari belum termasuk obat tetapi bila memiliki BPJS bisa dibantu sebagian sedangkan di RS swasta biayanya sekitar 15-20 juta/hari hanya ruangannya saja belum termasuk obat dan alat ventilatornya) Alhamdulillah saat itu suami memiliki sedikit tabungan sehingga kami menyanggupi biaya harian di NICU namun masalahnya adalah ruang NICU di RSHS masih saja penuh jika dipindah ke RS lain akan sedikit beresiko pada saat di perjalanan melihat kondisinya yang masih lemah akhirnya kami memutuskan untuk menunggu ruang NICU RSHS tersedia meskipun saat itu ada bayi lain yang juga waiting list ke ruang NICU yang menurut dokter keadaannya lebih parah dari Seismika. Lagi, kami hanya bisa berdoa, menangis dan berharap pada sang pemilik kehidupan agar diberikan kesempatan lagi untuk bisa menggendong si mungil yang bahkan belum sempat saya besikan ASI secara langsung. Suami terus menguatkan dan meminta menyerahkan semua pada Alloh “ikhlas, ikhlaskan apapun yang akan terjadi selanjutnya” (malam itu adalah episode terberat dalam hidup saya dan suami, semoga kepiluan ini menjadikan penghapus semua dosa-dosa kami).
Alhamdulillah Alloh mendengar doa-doa kami, seismika tidak mengalami lupa nafas lagi hingga ruang NICU tersedia pada dua hari kemudian baik untuk Seismika ataupun bayi waiting list tadi. Sebelumnya saya sering menangis dan merasa bahwa amanah yang Alloh berikan ini amat berat untuk saya tapi setelah masuk ke ruang NICU saya menyadari bahwa amanah ini masih dalam batas kewajaran manusia bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh ibu-ibu lainnya yang anaknya dirawat di ruang ini. Pasien yang ada di ruang ini memiliki kelainan yang bervariasi ada yang bocor jantung, ada yang lahir prematur hanya 700 gram saja, ada yang Neuroblastoma (kanker dan biasanya diawali dengan kelainan sel saraf) bahkan saya menyaksikan sendiri bagaimana seorang ibu yang setiap waktu mengaji sambil menangis di sebelah inkubator bayinya akhirnya kehilangan anaknya di ruangan ini karena gagal jantung Mereka mengagumkan, menangis tapi ikhlas (ilmu yang masih sulit saya kuasai) mohon Maaf saya menceritakan ini hanya untuk mengingatkan diri saya dan mungkin yang membaca bahwa kita harus lebih bersyukur dengan nikmat sehat yang telah diberikan kepada anak kita. Saya juga berharap Semoga ibu-ibu kuat itu mendapatkan surga yang indah di Akhirat kelak.
Alhamdulillah setelah 20 hari di RSHS Seismika sudah dapat pulang dan berkumpul kembali. Sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan pada tulisan ini banyak hal yang menyentuh yang saya alami selama disana terutama di ruang NICU jika ada kesempatan ingin rasanya berbagi pengalaman lagi. Namun tulisan kali ini saya ingin menekankan mengenai bagaimana kami bertindak agar dapat menjadi cerminan apabila ada juga yang mengalami kemalangan yang sama (yang saya harap tidak akan ada lagi yang mengalaminya). Kematian dan kesehatan mutlak milik Alloh tetapi ada baiknya jika mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih sigap. Agar apapun yang terjadi tidak menjadi penyesalan di akhir waktu hanya gara-gara kita kurang mempersiapkannya. Adapun yang sebaiknya dilakukan apabila anda sedang hamil dengan mual dan muntah yang “parah” seperti saya adalah sebagai berikut:
1. Pastikan untuk USG. Gastrochisis dapat dideteksi dari trimester pertama dan sebenarnya dapat dilihat dari USG biasa, jangan malu untuk bertanya kepada dokter adakah kelainan pada janin atau tidak, namun jika kejadiannya seperti saya tidak akan terlihat dalam USG sehingga dokter menyarankan saya untuk cek darah dan cek toksoplasma untuk kehamilan kedua saya selanjutnya.
2. Apabila terdeteksi Gastrochisis anda tidak bisa mengobatinya pada saat bayi berada dalam kandungan, yang dapat anda lakukan adalah memastikan tempat anda melahirkan nanti terdapat dokter bedah , ruang operasi dan dokter anak yang dapat mengoperasi atau mengurus bayi anda di tempat persis setelah anda melahirkan.
3. Saya sih lebih menganjurkan agar melahirkan di rumah sakit besar yang dokter bedah dan dokter anaknya relatif banyak. Contoh kalau di Bandung ya di RSHS aja karena jumlah dokter yang berpengalaman menanganinya cukup banyak.
4. Meskipun tidak dapat mengobatinya tapi anda bisa mengurangi resiko yang disebabkan kelainan ini dengan konsumsi makanan yang bergizi seperti sayur, buah, dan juga protein hewani seperti daging.
5. Persiapkan seluruh dokumen anak lengkap agar tidak ada kesulitan saat nanti dirawat (jika ingin menggunakan asuransi pastikan asuransinya dapat mengcover biayanya)
6. jauhi dari perokok, peminum Alkohol dan hindari konsumsi obat-obatan apalagi obat warung.
7. Penyebab gastrochisis sampai saat ini belum diketahui pasti. jangan merasa down atau bersalah dan merasa semua terjadi gara-gara sang ibu. stay positive ya!!
8. Nabung sebanyak-banyaknya. kalaupun memiliki asuransi ternyata tidak semua pengobatan dapat di claim oleh pihak asuransi jadi untuk berjaga-jaga menabung adalah pilihan terbijak yang dapat dilakukan.
9. Pastikan bayi anda mendapatkan ruangan NICU
10. Berdoa dan yakin bahwa semua akan indah pada waktunya 
Tulisan diatas bukanlah tulisan seorang dokter, jadi saya mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan dihati dan bila ada kesalahan secara medis pada tulisan ini. untuk lebih jelasnya memang sebaiknya konsultasikan apapun dengan dokter kandungan dan bidan yang dapat membuat anda nyaman. semoga kita semua diberikan kesehatan dan kebahagiaan, mohon maaf curhatannya panjang daaan semoga bermanfaat  .

HASIL LAB MAMAH YANG MENGUBAH ARAH HIDUP SAYA

Kemarinan sedang  ramai dibukanya pendaftaran untuk CPNS membuat saya dan suami membuka kembali pembicaraan mengenai hal tersebut. Suami saya tidak pernah melarang saya untuk mendaftar cpns atau bekerja di sebuah perusahaan, hanya saja beliau selalu menganjurkan saya untuk membuka usaha dengan harapan dapat sambil mejaga si anak lucu dan membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain, meskipun membuat sebuah usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Mengenyam bangku kuliah adalah hal yang sitimewa untuk saya. Mama saya terutama adalah orang yang sangat gigih ingin agar saya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Dia tidak pernah menuntut saya untuk menjadi seorang dosen, dokter atau astronot. Yang diharapkannya adalah bahwa pendidikan dapat mengantarkan saya pada kehidupan yang lebih indah.

Dari dulu ingin rasanya membalas sedikit saja jasa yang telah diberikan mama mungkin menjadi pns adalah salah satunya mengingat beliaupun adalah seorang pns, sampai pada beberapa bulan lalu saya membaca hasil pemeriksaan lab pasca operasi mama yang mengubah arah hidup saya “Invasive Pleomorphic Lobular Carcinoma Grade III”  pernyataan dari secarik kertas ini seolah mencabik cabik hati saya, kanker adalah penyakit yang bahkan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya kini malah menyerang orang terkasih saya. mama relatif lebih positif menghadapinya, malah mama yang menguatkan saya. Juli 2017 diisi dengan tangisan disetiap malamnya sampai akhirnya tangisan menjadi hal yang membosankan.

Kemudian beberapa hari yang lalu saya mengantar mama untuk melakukan Echocardiography untuk mengecek fungsi dan anatomi jantung yang hasilnya akan digunakan untuk kepentingan kemo. Di ruang tunggu tempat echo ini saya bertemu dengan 7 ibu-ibu berusia lanjut yang sedang menunggu giliran untuk dilakukan pengecekan jantung, Sudah jiwa ibu-ibu memang kalau saling bertemu mereka akan memulai ritual bernama “ngobrol”

Ibu a : ibu sakit apa?
Ibu b : saya sakit kanker, kalau ibu?
Ibu c : ooh gitu kalau sayamah beda bu tumor, tapi ganas (atulah bu tumor ganas teh kanker)
Ibu a, d, e, f, g, h : saya juga sama, sama ibu b, kanker
Ibu b : sudah dioperasi bu?
Ibu a :  sudah, sudah diambil semua bagian
Ibu, e: saya malah sudah di kemo, tapi harus kemo lagi soalnya sudah nyebar ke bagian lain
Ibu g : gimana bu di kemo teh?
Ibu e : aduh sayamah langsung g nafsu makan, rambut dan alis mata saya jadi botak, kulit saya langsung menghitam, sok atuh sekarangmah makan yang banyak bu mumpung masih pada nafsu, soal alis yang hilangmah gampang pan nuju jaman yah alis palsu (dan semua ibu-ibu pada ketawa)
Entah kenapa ngobrol bersama ibu-ibu ini membuat penyakit kanker terkesan easy  tapi juga menyeramkan buat didengar.

Semua ibu-ibu disini mereka datang dari tempat yang berbeda-beda dan sangat jauh, ada yang dari Sukabumi, Sumedang, Garut dll. Ada beberapa yang menginap di rumah singgah yang ada di sekitar rumah sakit yang diperkhususkan untuk pasien yang tinggalnya jauh dari rumah sakit. Sedihnya mereka tidak ada keluarga yang mengantar, kecuali ibu saya dan satu nenek yang berusia sekitar 70 tahun  yang diantar oleh cucunya yang hanya berusia 12 tahun dan tentunya sang cucu belum mengerti prosedural Rumah Sakit dengan benar. Saat saya tanya kenapa anak-anak mereka tidak mengantar pemeriksaan, mereka hanya menjawab pasrah  “aah lagi sibuk kerja neng”  “ah lagi ngejar dunia neng” “aah mungkin udah lupa kalau punya ibu”  pernyataan pernyataan skeptis para orang tua ini meyakinkan pilihan saya untuk tidak terikat pada sebuah perusahaan atau instansi manapun. Saya ingin punya waktu untuk mengantar mama kapanpun sesuka hati saya, ingin menemani masa emas anak, masa sehat mama dan masa jaya suami. sehingga tawaran untuk belajar mengelola sebuah usaha dari sang suami akan saya sambut dengan tangan terbuka. Semoga saya bisa sukses dengan jalan yang lain, dan untuk temen-temen saya yang mendaftar pns atau instantsi lain semangaat ya, semoga kalian lolos dan mendapatkan apa yang diharapkan, semoga orang tuanya juga sehat selalu. jangan terganggu dengan tulisan amatir saya, ini Cuma curhatan dari seorang anak yang ibunya sangat membutuhkannya (padahal kalau saya ikutan cpns juga blm tentu lulus ya)


Saya bersyukur memiliki waktu yang luang (sebenernya harus beresin tesis sih) memiliki suami yang super baik yang mempermudah mobilitas saya, sehingga tiga bulan terakhir ini saya dapat fokus ke pengobatan mama, saya senang bisa jagain mama di rumah sakit tiap hari, saya bahagia bisa mengantar setiap kali mama berobat, periksa lab dan mejalani semua rangkaian pengobatan yang penuh dengan prosedur  itu. Saya tidak  menyesal mama sakit kanker tapi saya pasti akan menyesal  kalau saat mama sakit saya tidak ada untuk menemaninya.  

Wednesday, December 14, 2016

DOKTRIN SUAMI

Karena setiap hari ketemu dan berkomunikasi secara rutin, antara suami dan istri tentunya akan saling mempengaruhi satu sama lainnya, sama halnya yang terjadi kepada saya dan suami.  Hampir setiap malam setelah anak tertidur saya dan suami selalu “curhat ngaler ngidul” sampai rasa kantuk menghampiri satu sama lain. segala hal kami bicarakan bersama, baik dari hal yang sangat amat penting hingga ke hal yang remeh temeh, baik tentang isu yang sekarang lagi panas sampai apa saja yang saya lakukan hari ini bareng si lucu.  biasanya suami selalu mengawali dengan pertanyaan “hari ini ada kejadian apa aja cinta?” pertanyaan itu udah kaya simbol aja buat kami untuk memulai diskusi ala suami istri. Tiba-tiba waktu menjadi milik berdua halaaah..

Banyak hal yang saya pelajari dari curhat ngaler ngidul kami, saya ingat dulu pernah bercerita mengenai pengalaman saya yang berbelanja di pasar tradisional yang menurut saya berasa lebih mahuull daripada berbelanja di pasar modern yang berefek pada berkurangnya jumlah uang yang bisa saya tabung buat beli daster baru #eh. setelah bercerita suami saya berkata bahwa hal itu bukan masalah. Toh perbedaannya tidaklah banyak yang penting uang yang kita beri bisa merata ke orang-orang di pasar yang notabene memiliki modal yang lebih kecil daripada pemilik supermarket yang besar, suami juga selalu menyuruh untuk membeli sayuran di tempat yang berbeda di pasar tujuannya biar rezeki kita ngalir dan terbagi rata ke mereka semua, dan yang paling penting “jangan suka nawar!”  saya pun menjawab “duhh a keahlian nawar aku mau dikemanain?” (yang padahal saya paling gak jago nawar barang). Niatkan segala sesuatu itu untuk ibadah, jadi kehilangan yang kita alami semoga menjadi penghapus dosa kita, apalagi kalau bisa belanja sambil ibadah, belanjaan dapet pahala juga dapet, jadi walaupun uang yang keluar sedikit lebih besar tapi banyak keluarga yang jadi terbantu dengan kelebihan yang hanya sedikit itu. Oke, tiba-tiba hati yang tadinya merasa rugi gara-gara keluar uang lebih banyak jadi lebih plong hanya dengan kalimat yang lebih positif malah merasa dapet sesuatu yang lebih (yang saya percayai sebagai pahala)  Tapi meskipun begitu kami juga sering berbelanja di supermarket ko karena gak semua yang kami butuhkan ada di pasar tradisional xoxoxo..

Pernah juga suatu ketika kami sedang jalan-jalan (masih di kota bandung) karena hujan turun dan sudah malam sementara kita berangkat dengan menggunakan motor (maklum mobilnya belum sempet beli hihi) akhirnya suami memutuskan untuk memesan taxi. Saya pun mengajukan taxi online yang tarifnya sangat bersahabat bagi ibu-ibu hemat macam saya, tapi lagi-lagi sang suami “mendoktrin” saya. “kita pakai taxi biasa aja kalo bisa yang merknya jarang dinaikin orang,  kasian mereka jarang dapet penumpang, kalau taxi online dan taxi yang merk nya lebih terkenal kan penumpangnya udah banyak” . dengan alasan yang lagi-lagi lebih mahal dan takut tiba2 nyampe rumah dikasih tarif yang aduhai atau malah takut nanti diculik (maklum saya dan anak lucu banget soalnya) saya pun agak merayu suami untuk pakai taxi yang ada tulisan “GR” nya atau kalau enggak yang ada gambar burung birunya gitu xixixi.. dan dengan muka gantengnya yang sulit saya lupakan suamipun berkata “boleh kalau kita lagi gak ada uang, tapi kebetulan hari ini kita sedang ada rezeki jadi harus berbagi rezeki sama sesama, siapa tau dirumahnya lagi ada anaknya nunggu biaya buat sekolah kan? gimana setuju gak sama ide aku?” sambil alis matanya naik turun 
“waah kalau udah ngomong gitu. ok honey you win...”

Dan banyak doktrin-doktrin suami lainnya yang membuat saya makin hari makin... aah sudahlah (ini ngetiknya sambil pipinya merah merona). Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya, suami saya hanya manusia biasa yang juga punya kekurangan seperti suami lainnya. semoga suami saya juga bisa mendoktrin anak saya secara positif nantinya, ah Seismikaa can’t wait to see you grow up :*

Monday, September 19, 2016

MPASI pertama seismika

Mumpung kuliah lagi gak ada dosen dan seismika lagi bobo kita coret-coret dulu lah sebentar, kali ini aku lagi pengen nulis tentang mpasi nya seismika. Pas usia 6 bulan sebenernya aku udah sempet nyiapin beberapa makanan buat mika, udah liat banyak video di youtube cuman berhubung waktu itu lagi diluar kota jadinya makanan dan persiapan makan seismika belum sempet kebawa alhasil sempet bingung sih mau kasih apa, syukurnya lagi ada pepaya sama buah pisang disana (beli sih) akhirnya dikasihlah seismika pepaya, tapi karena perlengkapan makannya gak dibawa kaya sendok celemek akhirnya kita pakai aja sendok plastik yang kecil hadeeuuuh terkesan kurang cekatan memang, gpp lah namanya juga hari pertama butuh streching dulu la ya bun. Karena pepayanya gak aku saring jadi mungkin ada beberapa yang ngegerinjel gimana gitu jadinya seismika protes dan gak mau makan belom lagi sendoknya gak “enakeun” .

 

Hari kedua karena seismika udah pulang kerumah jadinya lebih enak kalau dirumah sendiri lebih santai dan gak deg degan diliatin orang lain hihihi kalau hari kedua seismika makannya timun jepang sama kentang, hari ketiganya dikasih kabocha. Alhamdulillah misi berhasil, seismika suka bingiiit sama timun jepang dan ketangnya lahap banget deh. Kalau untuk awal makan sih aku kasihnya kaya ubi, wortel, kabocha hijau atau kuning, ubi jepang, ubi ungu, brokoli, kentang soalnya kalau alpuket kurang suka kayanya dia.

 

Bagusnya sih sebelum usia 6 bulan kita udah bikin jadwal mpasi nya si kecil bun, karena kerasa banget kadang suka bingung mau ngasih apa ya? Karena lebih bagus kalau ngasih makannya itu bervariasi dan gak itu itu aja jadi kalau udah ada jadwalnya bakal lebih enak dan lebih seru. aku sengaja nulis beberapa masalah aku saat mpasi biar bunda lebih siap dari aku. jadi bun  yang harus dilakuin adalah :

 

1. siapkan peralatan makannya terlebih dahulu kaya sendok, piring,  gelas, celemek kalau bisa siapinnya lebih dari 2 paket  bun biar ada buat cadangan.
2. siapkan peralatan masaknya juga kaya blender, panci, slowcooker, saringan harus terpisah dari blender yang buat bumbu masakan orang dewasa. 
3. bikin jadwal mpasi, kebetulan aku dapet jadwal nyomot dari google bun tapi gak jauh dari jadwal mpasi seismika 

                                       sumber: ceritamamikenzie.blogspot.co.id

 

Pokoknya jangan nyerah bun, jangan dengerin orang yang suka protes dan nyalahin cara kita, terkecuali kalau mereka mau ngasih masukan dan saran itumah harus banget didengerin. Ada beberapa temen aku yang ngedrop banget karena ngerasa kurang kompeten ngurus anak, kadang dibilang cerobohlah, kurang jagolah ngurus anak, no bunda seiap anak kan beda jadi jangan ngerasa gak mampu saat anak orang lebih gemuk atau lebih besar dari anak kita. Pokoknya teruslah belajar dan semangat bun.



Friday, August 12, 2016

Yuk Berkemah di Ranca Upas


Jika anda membutuhkan liburan yang lain daripada yang lain, anda harus mencoba sensasi baru berlibur dengan cara berkemah. Liburan kali ini bisa anda lakukan dengan orang-orang tercinta anda, seperti keluarga ataupun sahabat-sahabat anda. Sebuah objek wisata di Ciwidey menawarkan tempat berkemah yang menyenangkan, asri dan juga nyaman bernama Ranca Upas. Berada pada ketinggian 1700 dpl  tempat ini tidak jauh dari Objek wisata Kawah putih, kurang lebih berjarak sekitar 6 Km.
Bukan hanya para pecinta alam yang sering menghabiskan hari liburnya disini, tetapi juga kelarga atau bahkan beberapa kelompok organisasi. Ranca upas memiliki lahan yang cukup luas kurang lebih 215 Ha  terbentang luas dan seluruhnya dipelihara oleh dinas kehutanan. Lahan  ini dikelilingi oleh hutan lindung, area bermain, bumi perkemahan, gunung, kebun  teh dan terdapat beberapa kolam air panas untuk melengkapi liburan anda. Para pengunjung yang berkemah disini  bukan hanya dimanjakan oleh panorama alamya saja, akan tetapi juga dengan wisata kolam air hangatnya yang akan membuat momen liburan anda tak terlupakan.  

photo by kamera estri (lupa siapa yang ambil)


Kolam air hangat disini sangat banyak, anda dapat mencoba kolam air yang dingin, sedang, hangat, sampai hampir panas, karena kondisi di Ranca upas ini sangat dingin terutama pada malam  hari, maka kebanyakan pengunjung berenang di kolam air hangat pada malam hari untuk membuat badan mereka menjadi lebih hangat. Akan tetapi untuk fasilitas yang satu ini anda tidak bisa menikmatinya secara langsung karena anda harus membayar tiket masuk ke kolam tersebut dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 50.000.

Disini anda juga dapat melihat rusa-rusa yang lucu berkeliaran di lahan penangkaran Rusa seluas 4-5 ha.  Tertarik untuk melihat rusa-rusa lucu?  Anda harus masuk lagi ke dalam area penangkaran rusa dan menambahkan biaya masuk sebesar Rp.5000, didalam area tersebut anda dapat melihat hamparan padang rumput hijau dengan pegunungan dan juga pohon-pohon indah yang tumbuh subur. Rusa yang pada awalnya hanya berjumlah lima ekor ini kini menjadi banyak dan melengkapi keindahan panorama Ranca Upas.

photo by estri


Area bermain disini juga menyediakan banyak fasilitas, seperti outbond, mengendarai ATV, wisata memancing, toilet, mushola, tempat parkir, penyewaan sepeda gunung, Paint Ball, dan masih banyak lagi. Jika anda kehabisan makanan pada saat berkemah, anda tidak perlu khawatir karena disana banyak sekali pedagang-pedangan yang menjajakkan dagangan berupa makanan, akan tetapi harga yang ditawarkan cukup tinggi sehingga disarankan untuk anda selain membawa perlengkapan berkemah seperti tenda, matras, sleepingbad, jaket, dan senter anda juga dianjurkan untuk membawa makanan yang cukup untuk anda menginap di bumi perkemahan ranca upas ini.  

Harga tiket masuk kedalam bumi perkemahan ini sebesar Rp 10.000 untuk wisatawan domestik, sedangkan untuk wisatawan asing harga tiketnya sebesar Rp 30.000. jika anda membawa kendaraan pribadi anda harus membayar tiket untuk parkir sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor  Rp 5.000 untuk Kendaraan beroda empat dan Rp 6.000 untuk kendaraan beroda enam. Jadi tunggu apalagi? Segera siapkan alat-alat berkemah anda.

photo by estri & yadi

photo by yusef



si neng minta mobil sama rumah ke si aa

Kehidupan suami istri memang sangat menarik untuk diperbincangkan, banyak kasus yang juga dapat kita pelajari didalamnya.  Terutama mengenai gaya hidup, prinsip dan keyakinan yang saat ini sangat umum dianut oleh para suami istri. Pada suatu ketika ada seorang istri yang bertanya kepada suaminya mengapa sudah 2 tahun pernikahan tetapi belum juga bisa membeli mobil atau rumah, padahal penghasilan sang suami terhitung tinggi bahkan diatas pegagawai negeri yang notabene sudah memiliki kendaraan roda empat dan juga rumah sendiri padahalnya lagi Gaya hidup suami istri ini tersebut  juga terhitung sederhana.
Istri     : a kenapa kita belum beli rumah ya, padahal kan penghasilan aa cukup untuk nyicil rumah,       2 rumah juga cukup malah, mobil juga? Padahal kan temen2 aku udah punya tempat tinggal     yang nyaman dan mobil sendiri?
Suami: soalnya istri aku terlalu cantik kalau dikasih rumah dan mobil cicilan (sang suami                     menggoda)

Istri    : iiih aa mah (malu-malu lucu)

Suami: emangnya tempat yang sekarang kita tinggali gak nyaman ya?

Istri   : nyaman ko nyaman banget malah, luas, akses kemana2 gampang, kalau dede sakit rumah sakit besar deket, tempat liburan deket, pasar deket, tempat main deket, taman kota juga deket, sekolah dan universitas deket. tapi kan ini bukan rumah kita a?

Suami :ya gak apa-apa yang penting kita gak dikejar-kejar tagihan hutang tiap bulan jadi ibadahnya juga bisa lebih tenang kan? Terus kalau soal mobil emangnya kalau kita ke rumah orang tua atau ke tempat yang agak jauh suka pakai kendaraan umum?

Istri    : enggak sih, pakai mobil. Tapi kan sewa a

Suami: hak milik itu Cuma status aja yang terpenting saat kita butuh mobil kita bisa menggunakannya, saat kita tidur kita punya rumah yang nyaman dengan kasur paling empuk se jawa barat. Tujuan kita menikah adalah ibadah, jangan sampai malumu terhadap teman-temanmu mengalahkan malumu terhadap Alloh. Kredit berbunga untuk rumah dan motor itu hukumnya riba sayaang, aku gak mau memberikan tempat tinggal dan kendaraan yang dibeli atas dasar sesuatu yang tidak halal. Bayangin deh kita pakai mobil itu seumur hidup padahal kita tau itu dibelinya dengan cara yang menurut Alloh tidak halal, dosanya juga seumur hidup kan.  Mungkin teman-temanmu sedang ada rezeki yg lebih jadi bisa kebeli rumah dan mobil, nanti juga giliran kita pasti dapet inshaAlloh. Kan kita lagi nabung atas ijin Alloh sebentar lagi kita juga bisa kebeli rumah yang nyaman untuk kita beribadah.


Percakapan diatas hanya percakapan suami istri biasa dengan pendapat dan keyakinannya sendiri, tulisan ini bukan untuk menjustifikasi bahwa yang kredit berbunga itu tidak lebih baik dari yang tidak kredit, setiap orang memiliki pemahamannya sendiri mengenai riba, semoga tulisan ini tidak membuat siapapun merasa terzolimi. Obrolan diatas mungkin hanya obrolan dari seorang suami yang sedang mendoktrin istrinya agar dapat menerima keadaan dan mensyukuri yang ada, biar keren aja kesannya hehehehehe 

BERTAMASYA KE TAMAN BUNGA NUSANTARA, CIANJUR


Saat libur sekolah tiba, waktunya untuk merencakan liburan yang menyenangkan untuk anak-anak anda. salah satu tempat yang cocok sebagai pilihan liburan adalah Taman Bunga Nusantara. Taman bunga Nusantara merupakan obyek wisata yang berada di Jalan Mariwati KM 7 Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi - Cianjur, Jawa Barat. Seperti namanya tempat ini menyajikan keindahan taman dengan begitu banyak bunga. Bunga-bunga tersebut disusun rapi dan dibentuk dengan begitu mempesonanya, hamparan bunga-bunga beraneka warna dan jenis tersaji dengan apik. Bunga tersebut berasal dari berbagai daerah dan Negara.

Saat masuk ke pintu utama kita langsung disuguhkan dengan keindahan bunga-bunga dan dedaunan yang bentuknya seperti burung merak, seluruh bagian-bagiannya begitu detail, di bagian ekornya anda dapat melihat berbagai jenis tanaman bunga yang bermacam-maam warna. Bukan hanya bentuk burung merak yang akan menghipnotis anda masih banyak lagi jenis-jenis bunga yang dibentuk, seperti dinosaurus, beruang dan banyak bentuk lainnya. Setelah puas menikmati keindahan burung merak dan berfoto-foto disekitarnya anda dapat berjalan sedikit dan menemukan sebuah jam raksasa



Taman yang memiliki 300 varietas bunga dari seluruh dunia ini sangat luas yakni sekitar 35 hektar sehingga untuk berkeliling banyak pengunjung yang memanfaatkan sarana mobil wara-wiri yang disediakan oleh pihak Taman Bunga Nusantara (TBN). Mobil wara-wiri ini akan mengajak anda tour mengelilingi taman bunga ini, akan tetapi jika anda ingin menikmati pelbagai taman, disarankan untuk berjalan-jalan. Di taman bunga ini juga terdapat kebun percobaan yang ditanam dengan pelbagai jenis bunga yang berasal dari negara-negara tertentu, negara yang memiliki iklim subtropis dan beriklim dingin di Eropa. Anda dapat melihat banyak taman khusus yang sengaja dibuat untuk menambah pengetahuan anda sambil berwisata, seperti taman Perancis, Taman gaya Jepang, Taman Australia, Taman Bali, Dahlia Corner, Taman Mediterania, Taman Palem, Taman air, Taman mawar dan yang paling menantang adalah taman labirin. Ditaman-taman tersebut kita dapat melihat bunga-bunga asli dari Negara tersebut, sambil berfoto-foto anda juga dapat belajar mengenai keaneka ragaman hayati disana.



Selain taman-taman indah tersebut ada juga air mancur musikal. air mancur ini akan menyuguhkan kita musik-musik indah yang menambah suasana romantis yang mengesankan. Fasilitas-fasiltas lain yang bisa anda nikmati adalah rumah kaca, danau angsa, menara padang, Rafflesia mini theater, alam imajinasi, Gezebo, panggung terapung dan juga lokasi piknik yang luas sambil anda menikmati perbekalan anda dari rumah.

Rute menuju tempat ini tidaklah sulit jika dari bandung anda dapat menggunakan jalur tol pasteur menuju Padalarang, kemudian maju kearah Cianjur kemudian untuk anda yang naik kendaraan umum anda dapat turun di Pasar Cipanas, kemudian naik kendaraan angkot Cipanas – Mariwati anda dapat langsung sampai di taman bunga ini. Dengan uang sebesar Rp. 30.000 anda sudah dapat menikmati seluruh keindahan yang ada di dalam Taman yang dimiliki oleh Ibu Suhardani Bustanil Arifin ini. Jadi tunggu apalagi, segera persiapkan uang dan kesehatan anda untuk berlibur ke wilayah Cianjur yang sejuk ini.