Saatnya menanam
paprika..!!! tapi apakah tempatnya
cocok? suhunya cocok? Kelembabanya cocok? Airnya cocok? Jenis tanahnya cocok?
Dan akan banyak pertanyaan-pertanyaan serupa muncul ketika anda akan mencoba
menanam jenis tanaman subtropis sementara anda
tinggal di dataran rendah dengan iklim yang tropis, jadi bagaimana
bisa?. Tentu saja bisa dengan teknik-teknik budidaya yang sebenarnya tidak
sulit untuk dipelajari, dengan kunci utama ketekunan dan ilmu budidaya yang
mumpuni anda akan mampu membudidayakan banyak tanaman-tanaman yang menurut
teori tidak dapat dibudayakan di dataran rendah tapi ternyata mampu bertahan
bahkan bersaing dengan hasil tanaman yang ada di dataran tinggi termasuk
diantaranya tanaman Paprika.
Paprika
merupakan tanaman yang cocok di tanam pada ketinggian 750 mdpl. Di Indonesia
sendiri tanaman ini sudah banyak dibuddayakan di dataran tinggi seperti
Brastagi, Purwekerto, Lembang, Cipanas dan Dieng. Selain tempat-tempat tersebut
akan sulit menanam tanaman dengan nama ilmiah capsicum annum L. Ini. Untuk meningkatkan hasil produksi family Solanaceae ini dapat dilakukan melalui
intensifikasi dan teknologi penanaman seperti misalnya teknologi penanaman dengan
cara menanam dalam pot/polibag atau dengan teknik penanaman secara hidroponik dapat dijadikan sebagai alternatif
untuk meningkatkan produksi pada kondisi lahan yang sempit dan suhu yang kurang
cocok.
Tanaman yang
memiliki family yang sama dengan
Cabai ini memiliki rasa yang lebih manis dengan tampilan warna yang bervariasi
dan sangat menarik. pasar dari paprika ini memang lebih sedikit dari cabai
biasa akan tetapi memiliki kelas konsumen yang lebih tinggi dari jenis
cabai-cabai lainnya sehingga sangat recomended
jika dijadikan sebagai peluang usaha baru. Seperti yang sudah disinggung
sebelumnya bahwa untuk mengefisienkan tempat dan memudahkan pengkodisian
tanaman dengan suhu menaman paprika dapat dilakukan dalam pot dengan teknik pengelolaan
yang lebih telaten dan intens.
Untuk teknik
penanaman paprika ini haruslah dipilih terlebih dahulu jenis benih yang bermutu
dengan vigor dan viabilitas yang bagus kemudian dilihat masa kadaluarsa benih
agar hasil panennya optimal. Untuk memilih jenis benih yang berkualitas dapat
dilihat dari beberapa aspek yang pertama, memiliki sertifikast dan label benih
yang berstandar. Kedua, kemurniannya mencapai 98%. Ketiga bernas dan seragam.
Ke empat potensi hasil yang tinggi, kelima bebas dari hama dan penyakit dan
yang terakhir memiliki daya tumbuh diatas 90%. Untuk menguji berapa persen daya
tumbuh benih yang anda miliki dapat melakukan uji daya kecambah dengan cara
yang sederhana yaitu merendam 20 benih ke dalam air hangat 400 C
selama 5 jam kemudian siapkan tisue atau kain bersih untuk membungkus benih
yang sudah direndam, setelah dibungkus siram sedikit tisue atau kain yang
dijadikan bungkus untuk menjaga kelembabannya, jika telah sibungkus masukkan ke
dalam wadah dan di simpan di tempat yang tidak terkena matahari jika kainnya
kering maka harus dilakukan penyiraman, setelah 1-2 hari anda harus mengecek
benihnya apakah sudah berkecambah jika 20 benihnya berkecambah maka daya
tumbuhnya diatas 90% dan benih ini bagus untuk di tanam, namun jika hanya 10
benih yang tumbuh maka dianjurkan untuk membeli benih yang lain. mengetahui
tingkat daya kecambah ini sangat penting karena akan mempengaruhi hasil panen.
Perendaman benih
tissue untuk membungkus
Pembungkusan benih
wadah
untuk menyimpan benih yang telah dibungkus
Setelah benih
terbaik dipilih dilakukan penyemaian dalam wadah pembenihan yang disimpan di
bawah naungan dengan cara taburkan benih dan taha lembut atau pasir di atas
tanah yang subur dan gembur dengan membuat alur kemudian tutup kembali dengan
psair atau tanah yang halus, setelah disimpan di tempat yang teduh di siram
setiap hari dengan sprayer kurang lebih selama satu bulan benih sudah muncul
dan menjadi bibit yang siap untuk dipindah tanamkan.
Langkah
selanjutnya adalah menyiapkan media tanam berupa tanah, pupuk kompos dan pupuk
kandang dengan perbandingan 1:1:1 yang kemudian diaduk secara merata dan di
masukkan ke dalam pot/polibag hingga penuh.
Persiapan media tanam ini lebih baik dilakukan seminggu sebelum pindah
tanam, setelah bibit paprika memiliki akar yang lebih kuat maka segera lakukan
pemindahan dari tempat persemaian ke dalam pot/polibag yang sudah berisi media
tanam. Pot/polibag yang sudah berisi bibit tersebut disimpan di tempat yang
teduh agar bibitnya tidak mengalami “shock”
setelah satu minggu barulah disimpan di
tempat yang lebih terang.
Untuk bagian
perawatan, menanam paprika di dalam pot/polibag terhitung lebih mudah dari pada
di lahan luas karena media tanam yang luasnya lebih terbatas sehingga mudah
untuk dikondisikan. Hanya perlu diingat bahwa penanaman dilakukan setiap sore
atau pagi hari. Perlu diingat bahwa pemupukan dilakukan setiap dua minggu
sekali dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Pada saat tanaman berusia 3
bulan bunga paprika akan mulai bermunculan, dengan bentuk bugna yang mirip
dengan bunga cabai memiliki ukuran yang kecil dan berwarna putih, pada saat
terjadi pembungaan ini intensitas penyiraman harus dikurangi untuk menunjang
pertumbuhan bakal buah, selain itu harus dilakukan pemangkasan tangkai bunga
yang bertujuan untuk mengurangi jumlah bunga
agar tidak terjadi perebutan dan persaingan unsur hara.
Bunga-bunga
indah tersebut kemudian akan layu kemudian munculah bakal buah, buah tersebut
akan terus tumbuh lebih besar sampai akhirnya siap dipanen setelah 3 minggu
kemudian. Dan inilah bagian yang paling dinanti adalah memanen, panen dilakukan
dengan cara memetik buah sekaligus dengan tangkai buahnya agar tidak merusak
bentuk dan keindahan tampilan dari paprika tersebut, selain itu pemetikan
dengan tangkainya akan membuat daya simpan paprika menjadi tahan lebih lama.
Anda dapat memanen paprika-paprika tersebut sesuai dengan keinginan anda apakah
saat paprika masih muda berwarna hijau atau lebih tua berwarna kuning, orange
dan merah sehingga terlihat sangat menggoda.
Tanaman
paprika dalam polibag/pot
Dalam setiap
budidaya akan ditemui kendala-kendala yang menurunkan hasil produksi atau
memperlambat proses penanaman seperti misalnya hama dan penyakit. Sama halnya
dengan cabai paprika memiliki musuh utama yaitu bakteri meloidogyn yang
menyebabkan tanaman kerdil, thrips, bemisia, apids dan tungau. Hama dan
penyakit ini dapat merusak dan mengganggu hasil produksi sehingga harus
dilakukan penanggulangan dengan tetap menjaga kebersiha lingkungan dan air yang
digunakan untuk meyiram haruslah bersih agar bakteri tidak mudah menyebar.
Sedangkan jika ditemukan hama atau serangga yang mengganggu dapat dilakukan
pengusiran secara langsung, mekanis atau manual dengan tangan, namun jika anda
ingin membasmi dengan menggunakan obat (pestisida), anda dapat meracik obat
sendiri dengan menumbuk 3 siung bawang putih yang dicampur dengan air tembakau.
Setelah dicampur larutan bawang dan tembakau pekat tadi dicampurkan dengan 15
liter air, kemudian dapat langsung disemprotkan ke daun-daunnya.





No comments:
Post a Comment