Thursday, April 21, 2016

SERUNYA MENANAM PAPRIKA DALAM POT/POLIBAG


Saatnya menanam paprika..!!!  tapi apakah tempatnya cocok? suhunya cocok? Kelembabanya cocok? Airnya cocok? Jenis tanahnya cocok? Dan akan banyak pertanyaan-pertanyaan serupa muncul ketika anda akan mencoba menanam jenis tanaman subtropis sementara anda  tinggal di dataran rendah dengan iklim yang tropis, jadi bagaimana bisa?. Tentu saja bisa dengan teknik-teknik budidaya yang sebenarnya tidak sulit untuk dipelajari, dengan kunci utama ketekunan dan ilmu budidaya yang mumpuni anda akan mampu membudidayakan banyak tanaman-tanaman yang menurut teori tidak dapat dibudayakan di dataran rendah tapi ternyata mampu bertahan bahkan bersaing dengan hasil tanaman yang ada di dataran tinggi termasuk diantaranya tanaman Paprika.

Paprika merupakan tanaman yang cocok di tanam pada ketinggian 750 mdpl. Di Indonesia sendiri tanaman ini sudah banyak dibuddayakan di dataran tinggi seperti Brastagi, Purwekerto, Lembang, Cipanas dan Dieng. Selain tempat-tempat tersebut akan sulit menanam tanaman dengan nama ilmiah capsicum annum L. Ini. Untuk meningkatkan hasil produksi family Solanaceae ini dapat dilakukan melalui intensifikasi dan teknologi penanaman seperti misalnya teknologi penanaman dengan cara menanam dalam pot/polibag atau dengan teknik penanaman secara  hidroponik dapat dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan produksi pada kondisi lahan yang sempit dan suhu yang kurang cocok.

Tanaman yang memiliki family yang sama dengan Cabai ini memiliki rasa yang lebih manis dengan tampilan warna yang bervariasi dan sangat menarik. pasar dari paprika ini memang lebih sedikit dari cabai biasa akan tetapi memiliki kelas konsumen yang lebih tinggi dari jenis cabai-cabai lainnya sehingga sangat recomended jika dijadikan sebagai peluang usaha baru. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa untuk mengefisienkan tempat dan memudahkan pengkodisian tanaman dengan suhu menaman paprika dapat dilakukan dalam pot dengan teknik pengelolaan yang lebih telaten dan intens.

Untuk teknik penanaman paprika ini haruslah dipilih terlebih dahulu jenis benih yang bermutu dengan vigor dan viabilitas yang bagus kemudian dilihat masa kadaluarsa benih agar hasil panennya optimal. Untuk memilih jenis benih yang berkualitas dapat dilihat dari beberapa aspek yang pertama, memiliki sertifikast dan label benih yang berstandar. Kedua, kemurniannya mencapai 98%. Ketiga bernas dan seragam. Ke empat potensi hasil yang tinggi, kelima bebas dari hama dan penyakit dan yang terakhir memiliki daya tumbuh diatas 90%. Untuk menguji berapa persen daya tumbuh benih yang anda miliki dapat melakukan uji daya kecambah dengan cara yang sederhana yaitu merendam 20 benih ke dalam air hangat 400 C selama 5 jam kemudian siapkan tisue atau kain bersih untuk membungkus benih yang sudah direndam, setelah dibungkus siram sedikit tisue atau kain yang dijadikan bungkus untuk menjaga kelembabannya, jika telah sibungkus masukkan ke dalam wadah dan di simpan di tempat yang tidak terkena matahari jika kainnya kering maka harus dilakukan penyiraman, setelah 1-2 hari anda harus mengecek benihnya apakah sudah berkecambah jika 20 benihnya berkecambah maka daya tumbuhnya diatas 90% dan benih ini bagus untuk di tanam, namun jika hanya 10 benih yang tumbuh maka dianjurkan untuk membeli benih yang lain. mengetahui tingkat daya kecambah ini sangat penting karena akan mempengaruhi hasil panen.

   

Perendaman benih  

                  tissue untuk membungkus
Pembungkusan benih


             wadah untuk menyimpan benih yang telah dibungkus

Setelah benih terbaik dipilih dilakukan penyemaian dalam wadah pembenihan yang disimpan di bawah naungan dengan cara taburkan benih dan taha lembut atau pasir di atas tanah yang subur dan gembur dengan membuat alur kemudian tutup kembali dengan psair atau tanah yang halus, setelah disimpan di tempat yang teduh di siram setiap hari dengan sprayer kurang lebih selama satu bulan benih sudah muncul dan menjadi bibit yang siap untuk dipindah tanamkan.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam berupa tanah, pupuk kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 yang kemudian diaduk secara merata dan di masukkan ke dalam pot/polibag hingga penuh.  Persiapan media tanam ini lebih baik dilakukan seminggu sebelum pindah tanam, setelah bibit paprika memiliki akar yang lebih kuat maka segera lakukan pemindahan dari tempat persemaian ke dalam pot/polibag yang sudah berisi media tanam. Pot/polibag yang sudah berisi bibit tersebut disimpan di tempat yang teduh agar bibitnya tidak mengalami “shock”  setelah satu minggu barulah disimpan di tempat yang lebih terang.

Untuk bagian perawatan, menanam paprika di dalam pot/polibag terhitung lebih mudah dari pada di lahan luas karena media tanam yang luasnya lebih terbatas sehingga mudah untuk dikondisikan. Hanya perlu diingat bahwa penanaman dilakukan setiap sore atau pagi hari. Perlu diingat bahwa pemupukan dilakukan setiap dua minggu sekali dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Pada saat tanaman berusia 3 bulan bunga paprika akan mulai bermunculan, dengan bentuk bugna yang mirip dengan bunga cabai memiliki ukuran yang kecil dan berwarna putih, pada saat terjadi pembungaan ini intensitas penyiraman harus dikurangi untuk menunjang pertumbuhan bakal buah, selain itu harus dilakukan pemangkasan tangkai bunga yang bertujuan untuk mengurangi jumlah bunga  agar tidak terjadi perebutan dan persaingan unsur hara.

Bunga-bunga indah tersebut kemudian akan layu kemudian munculah bakal buah, buah tersebut akan terus tumbuh lebih besar sampai akhirnya siap dipanen setelah 3 minggu kemudian. Dan inilah bagian yang paling dinanti adalah memanen, panen dilakukan dengan cara memetik buah sekaligus dengan tangkai buahnya agar tidak merusak bentuk dan keindahan tampilan dari paprika tersebut, selain itu pemetikan dengan tangkainya akan membuat daya simpan paprika menjadi tahan lebih lama. Anda dapat memanen paprika-paprika tersebut sesuai dengan keinginan anda apakah saat paprika masih muda berwarna hijau atau lebih tua berwarna kuning, orange dan merah sehingga terlihat sangat menggoda.

Tanaman paprika dalam polibag/pot
Dalam setiap budidaya akan ditemui kendala-kendala yang menurunkan hasil produksi atau memperlambat proses penanaman seperti misalnya hama dan penyakit. Sama halnya dengan cabai paprika memiliki musuh utama yaitu bakteri meloidogyn yang menyebabkan tanaman kerdil, thrips, bemisia, apids dan tungau. Hama dan penyakit ini dapat merusak dan mengganggu hasil produksi sehingga harus dilakukan penanggulangan dengan tetap menjaga kebersiha lingkungan dan air yang digunakan untuk meyiram haruslah bersih agar bakteri tidak mudah menyebar. Sedangkan jika ditemukan hama atau serangga yang mengganggu dapat dilakukan pengusiran secara langsung, mekanis atau manual dengan tangan, namun jika anda ingin membasmi dengan menggunakan obat (pestisida), anda dapat meracik obat sendiri dengan menumbuk 3 siung bawang putih yang dicampur dengan air tembakau. Setelah dicampur larutan bawang dan tembakau pekat tadi dicampurkan dengan 15 liter air, kemudian dapat langsung disemprotkan ke  daun-daunnya.



No comments:

Post a Comment