Insting
seorang ibu tidak tercipta begitu saja, butuh kebiasaan, adaptasi, pengalaman
dan juga empati yang tinggi untuk memahami apa yang diinginkan bayi kita. Namun
jangan khawatir jika anda adalah seorang ibu baru, insting ini dapat anda
dapatkan dengan cara yang lebih cepat jika anda mempelajari beberapa pola
tangisan Bayi. Kenapa pola tangisan? Karena tangisan adalah satu-satunya cara
bayi untuk berkomunikasi dan menyampaikan emosi yang sedang dirasakannya. Masalahnya
adalah kita tidak dapat bertanya secara langsung apa penyebab dia menangis.
Pada umumnya
bayi menangis karena merasakan ketidaknyamanan namun beberapa hasil penelitian menunjukkan
bahwa pada saat bahagia berlebihanpun bayi bisa saja menangis karena tangisan
juga merupakan satu-satunya cara bayi untuk “Tidak Menerima Lagi” suatu
rangasangan lainnya pada saat ia merasakan hal secara berlebihan baik itu
senang atau sedih.
irama tangisan
bayi selalu mengikuti kesamaan intonasi bahasa yang pernah didengarnya bahkan
pada saat dalam kandungan, karena bayi sudah memiliki sel-sel otak yang
terbentuk sempurna, salah satu hal yang akan dipelajarinya adalah aksen sang
ibu saat mengajaknya berbicara kemudian bayi sedikit-demi sedikit akan meniru
akses tersebut sehingga bayi di berbagai negara terkadang memiliki intonasi
yang berbeda-beda. Meskipun aksennya berbeda-beda namun bahasa tubuh bayi saat
menangis pada umumnya sama jika dia sedang merasa tidak nyaman, lapar atau
marah. Adanya perbedaan gerakan tubuh dan mata bayi dapat dijadikan sebagai
salah satu tanda apa yang sebenarnya bayi inginkan. Berikut merupakan
tanda-tanda yang biasa diberikan oleh bayi saat dia menangis :
1.
Marah
-
Matanya akan setengah
tertutup saat menangis, mulutnya setengah terbuka
-
Gerakan tubuhnya
cenderung akan meningkat secara perlahan dengan intensitas teriakannya semakin
kencang dengan nada yang meliuk-liuk
2.
Takut dan Kaget
-
Ketika bayi merasa
ketakutan mata si bayi akan terbuka lebih lebar lagi dan terbuka lebih lama
dari biasanya
-
Tatapannya cenderung
lebih tajam
-
Menggerakkan kepalanya
ke belakang
-
Teriakkannya akan
langsung tinggi semakin bertambah lagi.
3.
Sakit
-
Mata bayi tertutup
saat menangis, dan terbuka hanya untuk beberapa saat saja
-
Terdapat sedikit
ketegangan di daerah mata dengan sedikit
kerutan di kening
-
Tangisan akan terasa
langsung maksimum segera setelah rasa sakit itu melanda.
-
Berbunyi “EAIR”
-
Bila sakit perut reflex kakinya akan mengangkat ke arah perut.
-
Untuk penanganannya
coba anda peluk tuguhnya kemudian rasakan suhu tubuhnya apakah terasa hangat,
panas atau normal, coba elus-elus bagian perut secara perlahan dan berikan dia
pelukan dan kenyamanan jika masih saja rewel berkonsultasilah dengan dokter
anak anda.
-
Jika dia mengalami
kedinginan atau kepanasan bayi akan bereaksi seperti merintih
4.
KOLIK
-
Pada umumnya kolik
merupakan kondisi bayi merasa kesakitan, akan tetapi tidak semua bayi merasakan
sakit ini karena satu dari lima bayi mengalami kolik dengan ciri-ciri muka nya
mengalami kemerahan
-
Perutnya tegang
-
Menarik-narik kaki
dan mengepal-ngepalkan tangan
-
Penanganannya adalah
dengan menggendongnya terlebih dahulu kemudian ayun-ayun dengan lembut uap
tubuhnya terutama bagian perut dengan perlahan, suara-suara yang menyejukkan
akan menenangkan hatinya seperti lagu-lagu berirama lembut dan tenang.
5.
Lapar
-
Berbunyi “NEH” bunyi
ini menandakan dia sedang kelaparan
-
Tangisannya cenderung
pendek-pendek dan bernada rendah
-
Pada saat ASI
Ekslusif bayi biasanya mendapatkan ASI 1-2 jam sekali anda harus mengingat
kapan terakhir kali anda memberinya ASI. Irama yang dikeluarkan sama seperti
saat popok basah yakni teratur dan
semakin lama semakin keras.
-
Mulutnya sedikit
membuka-buka seolah mencari puting si IBU
-
Penanganannya adalah
segera berikan bayi anda ASI biasanya dia akan langsung diam saat diberikan ASI
6.
Ngantuk
-
Berbunyi “OWH” bunyi
seperti ini dapat ditimbulkan karena reflex menguapnya
-
Isyarat seperti
mengusap-usap mata dan juga menguap akan terlihat jika dia sangat mengantuk,
namun jika didiamkan bayi akan menangis untuk mencari perhatian dan pelukan
anda
7.
Merasa Tidak Nyaman
karena Buang air
-
Berbunyi “HEH” bunyi
ini cenderung terdengar lebih jelas dari bunyi “NEH” bunyi ini menandakan
ketidaknyamanannya karena buang air kecil ataupun besar.
-
Tangisannya biasanya
berirama teratur, dan berlangsung terus-menerus semakin lama akan semakin keras
karena ketidaknyamanan pakaiannya, setelah anda sadar cepatlah ganti popok atau
pakaian bayi anda bersihkan bekas BAK/BAB nya dengan kapas lembut.
8.
Ingin Sendawa
-
Setiap bayi
membutuhkan sendawa, terkadang bayi butuh dibantu saat ia kesulitan bersendawa
, bunyi tangisan yang dikeluarkannya adalah “EH” dengan nada yang pendek,
setelah anda yakin angkatlah bayi anda dan letakkan bayi di bahu atau perut
anda dalam posisi telungkup kemudian dengan perlahan anda menepuk-nepuk bagian
punggung si bayi.
No comments:
Post a Comment